Amalan Ringan Untuk Memiliki Rumah Disurga

Kategori : Ibadah, Ditulis pada : 22 Juli 2026, 15:16:19

MEMILIKI RUMAH DI SURGA - SALAH SATUNYA DENGAN AMALAN RINGAN - YAITU BERJALAN KE SHAF SHAF DEPANNYA YANG MASIH KOSONG

1000112650.png

🍂 Dari A'isyah Radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu alaihi Wasallam bersabda:

من سدَّ فُرجةً بنى الله له بيتاً في الجنة، ورفعه بها درجةً

Artinya:
"Barangsiapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf) yang masih kosong niscaya Allah akan membangunkannya sebuah rumah di surga, dan Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut."

(shahih, HR. Al-Muhamili dalam kitab Al-Amali (jilid 2/ hal 36), di nilai shahih sanadnya oleh Syeikh al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (no. 1892)).
-------

📌 Selain keutamaan diatas; menutupi celah-celah shaf didepannya yang masih kosong maka Allah dan Malaikatnya akan bershalawat kepadanya.

Sebagaimana dalam hadits dari A'isyah dan Al-Barra' bin Azib Radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ اللهَ تعالى وملائكتَهُ يُصلُّونَ على الذينَ يَصِلُونَ الصفوفَ، ومنْ سدَّ فرجةً رفعهُ اللهُ بها درجةً

Artinya:
"Sesungguhnya Allah dan Malaikatnya bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf (agar tak putus), dan Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut."

(HR. Ahmad dalam Musnadnya (no. 2532), dishahihkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Jami' Ash-Shaghir (no. 1807), Al-Albani dalam Ash-Shahihah (2532) dan Shahih At-Targhib Wat-Tarhib (493)).
-------

Dalam hadits Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi Wasallam bersabda:

إذا قمتم إلى الصلاة فاعدلوا صفوفكم وسدوا الفرج فإني أراكم من وراء ظهري

Artinya:
"Jika kalian hendak berdiri (mengerjakan) shalat, maka luruskanlah shaf (barisan) kalian dan rapatkanlah celah-celah (yang kosong), karena sesungguhnya aku melihat kalian dari balik punggungku."

(shahih, HR. ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya (jilid 1/ hal 416)).
------

📌 Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi Wasallam bersabda:

وما من خطوة أعظم أجرًا من خطوة مشاها رجل إلى فرجة في الصف فسدها"

Artinya:
"Dan tidak ada satu langkah pun yang lebih besar pahalanya daripada langkah yang dilakukan seorang pria menuju celah kosong di dalam shaf (barisan salat) lalu ia menutupnya."

(shahih, Ibnu Hibban dalam Shahihnya, Ath-Thabrani dalam Al-Ausath, di shahihkan oleh Syeikh al-Albani dalam Shahih At-Targhib Wat-Tarhib (no. 504)).

Dalam Riwayat lain, Diriwayatkan dari Ibnu Umar juga, Rasulullah shallallahu alaihi Wasallam bersabda:

"من وصل صفًّا وصله الله، ومن قطع صفًا قطعه الله"

Artinya:
"Barangsiapa yang menyambung (merapatkan) shaf, niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya). Dan barangsiapa memutuskannya, niscaya Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)."

(shahih, HR. An-Nasa'i dalam sunannya dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya, lihat: Shahihul Jami', no. 659).
-------

📌 Praktik menutup shaf shalat saat ada shaf yang kosong di depannya, maka hendaklah segera berjalan kedepan, jika tidak ada yang berjalan kedepan - maka orang-orang yang ada samping kanan atau kirinya berjalan untuk menutup - demi menutup shaf yang kosong walapun hanya muat satu orang.

Dari Khaitsamah Rahimahullah berkata:

رأى ابن عمر رجلا يصلي وأمامه فرجة في الصف فدفعه إليها. وفي رواية، قال خيثمة:  صليت إلى جنب ابن عمر فرأى في الصف فرجة فأوما إلي فلم أتقدم قال: فتقدم هو فسدها

Artinya:
"Ibnu Umar melihat seorang laki-laki yang sedang shalat dan ada celah di shaf depannya, lalu Ibnu Umar mendorongnya kedepan. Dalam sebuah riwayat, Khaitsamah berkata: (terkadang) Saya shalat di sebelah Ibnu Umar, dan dia melihat ada celah di barisan (depan), maka dia memberi isyarat kepada saya, namun saya tidak maju. Khaitsamah berkata : Jadi Ibnu Umar sendiri yang maju dan menutup celahnya."

(Atsar Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya (jilid 1/ hal 416)).
-------

🟢 Keterangan Ulama':

Ibnu Abi Syaibah menyebutkan beberapa hadits diatas dalam Mushannafnya, dan memberinya judul bab, yaitu:

في سد الفرج في الصف

Terjemahannya:
"(Bab) Saddul Farji / menutupi suatu celah yang kosong di shaf shalat."
-------

Dari hadits dan atsar diatas, bahwa menutupi celah yang kosong bisa dilakukan saat berdiri dalam shalat walaupun sudah takbiratul ihram (dan itu tidak membatalkan shalat), begitu pula bisa menutupi celah shaf sebelum takbiratul ihram.

Dari hadits dan atsar diatas menunjukkan akan pentingnya menutupi celah shaf yang kosong, dan nabi sangat menekankan akan hal tersebut, bahkan terdapat keutamaan diakhirat kelak, seperti di beri balasan pahala yang besar, di angkat derajatnya, mendapatkan rahmat dan dibangunkan sebuah rumah di surga.
-----

Referensi:
- Al-Musnad, Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hambal
- Al-Musannaf, Abu Bakr Ibnu Abi Syaibah
- Ash-Shahih, Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti

Ditulis oleh Pembimbing Ammar Tour:
Ustadz Dr. Lilik Ibadurrahman, S.Ud, M.Pd
--------

Kami mengundang Bapak/Ibu untuk bergabung di Channel:

https://whatsapp.com/channel/0029Vakz7ycDp2Q0Z8kALN32

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id