Tawaf Wada Umrah
Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah ta'ala kemudian shalawat serta salam untuk Nabi Muhammad shallallahu'alaihiwasallam.
apa sih status Tawaf Wada' untuk bagi Jamaah Umrah, maka Al Imam An Nawawi rahimahullah dari Madzhab Syafi'i menjelaskan sebagai berikut:
وَاعْلَمْ أَنَّ الْعُمْرَةَ لَيْسَ فِيهَا طَوَافُ قُدُومٍ وَإِنَّمَا فِيهَا طَوَافٌ وَاحِدٌ يُقَالُ لَهُ طَوَافُ الْفَرْضِ وَطَوَافُ الرُّكْنِ (وَأَمَّا) الْحَجُّ فَفِيهِ ثَلَاثَةُ أَطْوِفَةٍ - طَوَافُ الْقُدُومِ - وَطَوَافُ الْإِفَاضَةِ - وَطَوَافُ الْوَدَاعِ - وَيُشْرَعُ لَهُ وَلِلْعُمْرَةِ طَوَافٌ رَابِعٌ وَهُوَ الْمُتَطَوَّعُ
“dan ketahuilah bahwa dalam Umrah ada satu tawaf, yaitu tawaf fardhu dan tawaf rukun, sedangkan dalam Haji ada 3 tawaf, yaitu tawaf qudum, tawaf ifadhah, dan tawaf wada’, kemudian ada satu jenis tawaf lagi yang disunnahkan ketika umrah yaitu tawaf tathawu’(tawaf sunnah)”. Al Majmu’ Syarhul Muhadzzab (8/11).
jadi Sobat sekalian, asalnya Tawaf Wada' adalah bagian dari rentetan ibadah manasik haji, lantas mengapa sebagian Ustadz/kyai/Ulama menganjurkan Tawaf Wada'?
nah ternyata ini adalah hasil kesimpulan dari sebuah Hadits yang berbunyi:
لا ينفِرنَّ أحدٌ حتَّى يَكونَ آخرُ عَهْدِهِ الطَّوافَ بالبيتِ
"janganlah ada yang meninggalkan tempat ini(Mekkah) hingga kegiatan terakhirnya adalah Tawaf di sekitar Albait(Masjidil Haram/Ka'bah)". Riwayat Abu Dawud no. 2002, dan Muslim no. 1327 dengan teks yang sedikit berbeda.
Al Habib Dr. Alwi bin Abdul Qadir Assegaf(salah satu Ulama Arab Saudi) berkata:
طوافُ الوداعِ للمعتَمِرِ ليس بواجبٍ ، وهذا باتِّفاقِ المذاهِبِ الفقهيَّةِ الأربعةِ: الحَنَفيَّة في المشهورِ ، والمالكيَّة ، والشَّافعيَّة ، والحَنابِلَة ؛ وذلك لأنَّه لم يُحفَظْ عن النبيِّ عليه الصَّلاة والسَّلام أنَّه طاف طوافَ الوداعِ بعد عُمَرِه
"Tawaf Wada' tidak wajib bagi Jamaah Umrah, dan ini merupakan kesepakatan 4 madzhab; Hanafi(Masyhur), Maliki, Syafi'i, dan Hambali, karena tidak ada satupun riwayat dari Nabi shallallahu'alaihiwasallam bahwa beliau melakukan tawaf wada' setelah selesai Umrah". Dr. Alwi bin Abdul Qadir Assegaf, Hukum Tawaf Wada bagi yang Haji dan Umrah, dorar.net/feqhia/3090, diakses pada 18 Juli 2026
kesimpulannya, bagi yang ingin melaksanakan tawaf wada' silahkan saja, itu terhitung sebagai tawaf sunnah atau tawaf tathawwu' sehingga setelah tawaf boleh kembali ke masjidil haram untuk shalat fardhu dan lain-lain.
Penulis: Auzan Sulhi Binsef, Lc.
Referensi:
1. Maktabah Syamilah
2. Dorar.net
